Bintang (part 1)

Posted: Februari 25, 2012 in Cerbung

Part 1

senyuman indah dari sahabat adalah senyuman yang ditunggu-tunggu, senyuman yang sangat berarti

“ hoi agniiiiii… “ teriaknya memanggil orang yang jaraknya tidak jauh darinya. Sepertinya gadis yang dipanggilnya mendengus kesal

“ viaaaaa aduh jangan pake TOA dong manggil guenya gajauh jaraknya kok “ seru gadis yang bernama agni itu
Dia terkekeh pelan “ ehehe maaf deh maaf lagi seneng nih “ katanya senang

“ oke nona via ada apa gerangan? Apa yang buat lo senang hari ini? Tiap hari kan lo senang kapan sih lo sedihnyaaaa? “ balas agni dengan penekanan kata yang cukup lebai. Gadis itu menyeringai lebar, sepertinya benar kata agni gadis itu selalu senang. Kapan sedihnya? Pasti nanti ada saatnya, bukan sekarang.

“ emang gue lo yang kalo sedih tujuh hari tujuh malem sampe gak sekolah? :p “ ejeknya sambil memeletkan lidah. Sekali lagi agni mendengus sebal

“ fitnaaaaaaaahhhh, duh kapan gue kaya gitu sihh? Ngarang! “ agni teringat kalau mereka seddang berada ditengah koridor sekolah, dia pun melanjutkan perjalanannya menuju kelas. Via mengikuti langkah agni. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu kepada agni, tapi ia selalu menurungkan niatnya dan mendesah pelan. Agni yang menyadari itu menoleh heran kesahabatnya ini ‘ perasaan tadi heboh banget’ pikir agni sambil menaikkan alis matanya satu. Mereka sudah sampai dikelas mereka XI IPA 2 yak mereka sahabatan sejak pertama mereka masuk kesekolah ini, sekolah fovorite yang berada di daerah Jakarta itu sekolah Tunas Bangsa. Sejak mereka di mos bareng, dan pertemuan mereka berlanjut saat mereka mengetahui bahwa mereka satu kelas saat kelas 1. Mereka sudah saling kenal satu sama lain. Agni inget banget waktu pertama kali ketemu via agni sudah bisa merasakan bahwa via adalah sesosok orang yang baik dan bersahabat.

***
Saat itu agni yang belum kenal siapa-siapa hanya berkeliling sendiri mengitari sekolah yang akan ia datangi setiap hari untuk menuntut ilmu selama 3 tahun kedepan. Ia ingat betul hari itu, hari pertama ia bertemu via gadis yang sekarang berada disebelahnya. Saat itu agni yang sedang berkeliling tidak sengaja melihat gadis itu –via- sedang tersenyum kepada orang yang sedang berbincang dengannya, tanpa ia sadari gadis itu menoleh kearahnya dan tersenyum kearahnya. Agni kaget ia melihat sekelilingnya tiddak ada siapa-siapa disitu selain dia, jadi ia berniat membalas senyuman itu tapi agni kaget saat ia melihat gadis yang senyum kepadanya tadi sudah ada didepannya.

“ hai salam kenal yaa. Gue via, sivia azizah “ ucap gadis itu senyum sambil mengulurkan tangannya kearahku bermaksud ingin berjabat tangan denganku.

“ Agni “ serunya sambil menjabat tangannya yang sudah terulur sejak tadi, memberikan senyum terbaiknya. Dia tersenyum kembali, senyum yang sampai saat ini agni suka dari via. Kesan pertama agni saat itu adalah: dia gadis yang ramah, dia sahabat yang baik dan semoga saja aku bisa menjadi sahabatnya.

*
Saat sudah duduk di bangku mereka agni kembali menoleh kearah sahabatnya itu
“ lo kenapa sih dari tadi mendesah gitu terus? Tadi katanya seneng, seneng kenapa? Cerita dong “ tanya agni yang sudah penasaran sama sahabatnya ini

“ eumm, ag gue sebenarnyaa…” gadi itu menggantung lalimatnya yang membuat agni makin penasaran dikarnakan lagi raut wajah via yang sungguh berbeda dari biasanya, ada apa ini sebenarnya?

“ ya vi kenapa? “ tanya agni lagi

“ gue gapapa sih ag sebenernya “ cengiran lebar terlihat jelas diwajah via “ gue Cuma pengen tau aja reaksi lo kaya gimana kalo gue dapat masalah “ lanjutnya sambil terus cengengesan. Agni yang sudah tarik napas saat via mengatakannya kini geram terhadap sahabatnya ini. Sering sekali ia dikerjai tai entah kenapa walaupun sudah berkali-kali di kerjai via tapi tetap saja dia tidak ngeh. Kalau kata via waktu itu “ lo terlalu polos sih ag “ katanya saat itu sambil tertawa. Saat pertama kali berkenalan agni kira via itu orangnya kalem, pendiam, eh nggak taunya berbanding terbalik.

“ viii, sudah yang kesekian kainya lo ngerjain gue “ ucap agni geram. Dia yang tadi sudah mulai mengeluarkan buku pelajaran pertama kembali menoleh kearahku sambil tersenyum seakan dia tidak melakukan apa-apa tadi.

“ hiburan pagi hari ag, maaf yaaa ehehe gak lagi deh suerr” janjinya sambil membentuk jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf v. Tak lama setelah via berujar demikian bel berbunyi waktunya mereka memasuki jam pelajaran pertama, pelajaran fisika.

Disaat pelajaran sudah berjalan 15menit, datang seorang teman sekelas mereka yang keliatannya terlambat hari itu. Saat pintu terbuka nongol sebuah kepala sosok itu, semua menoleh kearah pintu itu terbuka termasuk via dan agni yang memang hari itu duduk sebangku. Orang yang menjadi objek yang dilihat sama seisi kelas itu menampilkan cengiran khas nya, dia menoleh kearah pak gurunya dan menerangkan kenapa ia telat masuk hari itu.

“ pagi pak, maff saya terlambat “ katanya sopan saat berbicara dengan gurunya. Agak lama emang tapi entah apa yang dikatakan orang itu kepada gurunya sehingga ia diperbolehkan duduk. Saat ia sudah duduk dikursinya, ia menghadap kearah teman-temannya “ gimana mantapkan gue? “ tanyanya entah pada siapa sambil terus cengengesan.

“ telat aja bangga” ceplos agni dengan suara pelan, tapi sialnya orang yang tadi ia bilang begitu mendengarnya kemudian ingin membalas ucapan agni tapi diurungkan setelah melihat gurunya yang sudah menatapnya seakan ia akan diterkam oleh buaya buas. Via yang menyadari itu hanya terkekeh pelan kemudian mengacungkan jempol kepada orang yang terlambat tadi. Setelah itu kelas kembali sunyi kecuali yang saat itu terdengar adalah suara pak dave guru mereka yang sedang menjelaskan dan memberitahu rumus-rumus fisika saat itu, sesekali suara anak yang bertanya kepada pak dave. Setelah pelajaran berlangsung selama 90menit akhirnya bel yang ditunggu-tunggu pun terdengar, bel istirahat bagaikan senandung merdu yang terdengar jika mereka sudah pusing terhdap pelajaran yang sedang mereka pelajari.

“ oke cukup sampai disini pelajaran hari ini, jangan lupa kerjakan tugas yang saya berikan tadi. sampai jumpa minggu depan “ kata terakhir pak dave, setelah pak dave keluar kelas satu persatu anak kelas pada keluar menuju kantin untuk memenuhi hasratnya untuk makan. Begitu pula dengan agni dan sivia.

“ vi kantin yuk “ ajak agni

“ enggak deh ag, enggak laper ehehe. Duluan aja gue tunggu dikelas “ tolak via denagn halus. agni heran nggak laper gimana, jelas-jelas tadi saat pelajaran pak dave perut via sudah berbunyi begitu tapi kenapa sahabatnya ini malah bilang nggak laper?

“ serius? Ayoklah gue traktir “ bujuk agni lagi, via tersenyum ke agni sambil berujar pelan

“ mending lo simpan duitnya daripada buat traktir gue ehehe, yauda gih sono kekantin katanya laper entar keburu bel lagi “ via mendorong agni denagn bermaksud menyuruh agni untuk cepat menuju kantin. Saat sesudah agni menghilang dari pandangannya dia meringis pelan

‘ nggak laper pala lu peang vi, laper banget ini ‘ ucapnya pelan pelaaan banget. dia berniat balik lagi ketempat duduknya dengan niat ingin mengambil sebatang beng-beng untuk mengganjel perutnya tapi alangkah kagetnya via saat ternyata ada orang lain selain dirinya dikelas itu.

“ eh… “ serunya kaget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s